Sop obesitas ptm

Strategi Sasaran Promosi dan pencegahan PTM secara operasional di lakukan pada beberapa tatanan Rumah tangga, Tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan, tempat sekolah, tempat umum, dll Area yang menjadi perhatian adalah Diet seimbang, Merokok, Aktivitas sop obesitas ptm dan kesehatan lainnya yang mendukung.

Melakukan jejaring pencegahan dan penanggulangan PTM. Pemeriksaan Arus Puncak Ekspirasi dengan peakflowmeterpada anak dimulai usia 13 tahun. Promosi dan pencegahan PTM merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam semua pelayanan kesehatan yang terkait dengan penanggulangan PTM.

Pemeriksaan fungsi paru sederhana sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah terlatih. Menurunnya angka kesakitan morbiditas penderita PTM utama.

Wadah Kegiatan: Peningkatan kebijakan dan regulasi lintas sector yang mendukung penanggulangan PTM.

Sop-Posbindu-Ptm.doc

Sasaran Kegiatan Sasaran utama adalah kelompok masyarakat sehat, beresiko dan penyandang PTM berusia 15 tahun ke atas. Strategi Sasaran Promosi dan pencegahan PTM secara operasional di lakukan pada beberapa tatanan Rumah tangga, Tempat kerja, tempat pelayanan kesehatan, tempat sekolah, tempat umum, dll Area yang menjadi perhatian adalah Diet seimbang, Merokok, Aktivitas fisik dan kesehatan lainnya yang mendukung.

Kegiatan pemeriksaan fungsi paru sederhana diselenggarakan 1 tahun sekali bagi yang sehat, sementara yang berisiko 3 bulan sekali dan penderita gangguan paru-paru dianjurkan 1 bulan sekali.

Mendorong dan memfasilitasi berfungsinya jaringan kerjasama antar institusi penyelenggara promosi dan mitra potensi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan PTM. Indikator keberhasilan strategi promosi dan pencegahan PTM yaitu: Juknis Posbindu PTM secara lengkap dapat didownload di portal pptm. Pada umumnya mereka menganggap bahwa PTM disebabkan faktor genetik, penyakit orang tua atau penyakit orang kaya.

Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pemeliharaan kesehatan mandiri masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan PTM. Meja 3: Penurunan proporsi penduduk yang mengalami obesitas, penyalahgunaan alcohol dan BBLR.

Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pemeliharaan kesehatan mandiri masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan PTM. Meja 2: Peningkatan bina suasana melalui kemitraan dalam pemberdayaan potensi masyarakat. Tujuan Memacu kemandirian masyarakat dalam pencegahan dan penanggulangan PTM untuk nmenurunkan kejadian penyakit tidak menular PTM dan meningkatkan kualitas hidup sehat masyarakat yang berada di semua tatanan.

Melakukan intervensi secara terpadu pada 3 faktor resiko yang utama yaitu: Untuk mendukung kegiatan edukasi dan konseling diperlukan media KIE Komunikasi, Informasi dan Edukasi yang memadai, seperti serial buku pintar kader, lembar balik, leaflet, brosur, model makanan food model dan lainnya.

Untuk standar minimal lima set meja-kursi, pengukur tinggi badan, timbangan berat badan, pita pengukur lingkar perut, dan tensimeter serta buku pintar kader tentang cara pengukuran tinggi badan dan berat badan, pengukuran lingkar perut, alat ukur analisa lemak tubuh dan penguku ran tekanan darah dengan ukuran manset dewasa dan anak, alat uji fungsi paru sederhana peakflowmeter dan media bantu edukasi.

Pemantauan Rencana Operasional Promosi Kesehatan dalam Pengendalian PTM dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan setiap tahun dalam kurun waktu 5 tahun. Promosi dan Pencegahan PTM dilakukan melaui pengembangan kemitraan antara pemerintah, masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi termasuk dunia usaha dan swasta.

Kegiatan rujukan ke fasilitas layanan kesehatan dasar di wilayahnya dengan pemanfaatan sumber daya tersedia termasuk upaya respon cepat sederhana dalam penanganan pra-rujukan. Menurunnya angka kesakitan morbiditas penderita PTM utama. Kegiatan rujukan kefasilitas layanan kesehatan dasar di wilayahnya dengan pemanfaatan sumber daya tersedia termasuk upaya respon cepat sederhana dalam penanganan pra-rujukan.

Kegiatan pemeriksaan gula darah bagi individu sehat paling sedikit diselenggarakan 3 tahun sekali dan bagi yang telah mempunyai faktor resiko PTM atau penyandang diabetes melitus paling sedikit 1 tahun sekali. Meningkatkan Kapasitas tenaga profesional bidang promosi kesehatan baik di pusat maupun daerah khususnya dalam pencegahan dan penanggulangan PTM.

Kegiatan konseling dan penyuluhan, harus dilakukan setiap pelaksanaan Posbindu PTM. Pemeriksaan fungsi paru sederhana sebaiknya dilakukan oleh tenaga kesehatan yang telah terlatih. Mencoba mempersiapkan strategi penanganan secara nasional dan daerah terhadap diet, aktivitas fisik, dan rokok.Pelayanan PTM Di Puskesmas Pengobatan Pengobatan yg tepat.

cepat. Karena PTM merupakan penyakit kronis membutuhkan pengobatan secara terus menerus sehingga pemberian obat disesuaikan dengan tatalaksana masing2 FR dan PTM.

efektif dan rasional dilakukan pada FR dan PTM. /5(1). Peran serta masyarakat dalam melakukan kegiatan deteksi dini dan pemantauan faktor resiko PTM Utama yang dilakukan secara terpadu, rutin dan periodik.

)uku)uku pint pintar ar kade kaderr peny penyel elen engg ggar araa aan n PTM PTM keme kement ntri rian an kese kesea ata tan n R* ta u ta un n + - + - robadarocker.com: Lily Yuliarni.

Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) Sesuai Juknis Posbindu PTM, Kemenkes RIdisebutkan bahwa saat ini peningkatan prevalensi penyakit tidak menular telah menjadi ancaman yang serius, khususnya dalam perkembangan kesehatan masyarakat.

Erfahren Sie mehr ├╝ber das Obesitas-Hypoventilationssyndrom (OHS).

Sop Posbindu Ptm

POSBINDU PTM. SOP 1. Pengertian Ditetapkan Oleh No. Dokumen: No.

Was ist das Obesitas-Hypoventilationssyndrom (OHS)?

Revisi: Tanggal Terbit: 1 Juni Halaman: 1/1 Penyakit Tidak Kepala Puskesmas Dompu Kota Menular Nasrullah, SKM NIP. atau disebut dengan PTM merupakan penyakit kronis yang tidak ditularkan orang ke orang. Posbindu PTM adalah Pos Pembinaan Terpadu untuk monitoring (tekanan darah, obesitas, 4/5(5).

Sop obesitas ptm
Rated 3/5 based on 24 review